Kami sekeluarga lagi hobi jalan-jalan. Off course, none of luxury travelling gitu
. Pertengahan Juli 2009 kami memutuskan pergi ke pantai. My three years old son has a dream to go to Bali (ntar ya Bang, papa mama nabung dulu
). Akhirnya untuk menggantikan pantai-pantai Bali, we decided to go to Pelabuhan Ratu. Kebetulan belum pernah ke sana.
Sebelum berangkat, sempetin dulu untuk cari-cari info di internet Pelabuhan Ratu dan tempat penginapan. Banyak juga ya... daripada bingung kami memutuskan langsung saja ke sana dan memilih tempat tanpa booking lebih dahulu. Agak PD siy, karena kebetulan bisa pergi pada hari kerja, so mikirnya di sana tidak bakal terlalu ramai.
Berangkat 21 Juli 2009 jam 6 pagi dari Cibubur. Rute yang dilewati adalah Jagorawi, keluar di Ciawi lalu terus ke arah Sukabumi. Baru sampai di Sentul, si kecil mengeluh mual, akhirnya jurus ampuh travelling with toddler dikeluarkan... antimo anak (sorry, tidak bermaksud promosi
). Secara sudah 5 tahun tinggal di Jakarta, tapi belum pernah ke kota-nya Deasy Ratnasari, kami cukup menikmati perjalanan. Nyaris tidak ada kemacetan di jalan yang kami lewati.
Sebagai orang awam yang baru pertama kali ke Pelabuhan Ratu, kayaknya rambu/penunjuk jalan arah Pelabuhan Ratu kurang ya.... Sempat tahu ada jalan alternatif dengan pemandangan bagus lewat Cikidang, tapi karena belum pernah lewat jalan utama, ya sudah kami memutuskan lewat Cibadak saja.
Tiga setengah jam di jalan, setelah jalan arah pelabuhan ratu, ketemu satu perempatan cukup besar yang ga ada penunjuk jalan. Berdasarkan feeling belok kiri saja dan nanti tanya saja sama penduduk. Memutuskan berhenti di minimarket sekalian belanja perbekalan
. Nanya sama mbak kasir yang lagi tugas, katanya lurus aja. Okelah, jalan lagi dan tidak sampai 3 menit udah liat pantai .....
. Saking ga ada petunjuknya sampai ga nyadar
.
Pemandangan pantai pertama adalah pantai pelabuhan nelayan, terus naik sedikit ke arah gunung, mulailah pemandangan yang cantik banget. Menurutku Pelabuhan Ratu sangat indah dan istimewa karena menggabungkan gunung dan pantai. Belum lagi pantai yang sangat dekat dengan jalan. Yah, compare to misalnya Pantai Parangtritis. Ombaknya besar, garis pantai jauh dari jalan raya, namun rasanya jauh lebih terkenal daripada Pelabuhan Ratu. Mungkin karena aku memang dari sana. Tapi ku coba cari di google, Parangtritis menghasilkan hampir 700 ribu entri sedangkan Pelabuhan Ratu hanya separonya saja. Sayang ya, pantai cantik ini belum diexplore banyak.
Dulu ku pikir Pelabuhan Ratu hanyalah satu nama pantai, ternyata aku salah ya... Ada banyak pantai yang bisa dijelajahi di sana. Dan penginapannya sangat banyak lo, dari yang kelas rumah penduduk, motel sampai hotel. Sambil mencari hotel, kami memutuskan menyusuri garis pantai ke arah barat mencari-cari tempat penginapan. Di arah barat setelah naik turun bukit ketemu Kuda Laut Resort di Pantai Cibangban. Resort ini ada dua, ada yang di tepi pantai dan di seberang jalan (di lereng bukit). Menanjak tinggi gitu deh ke arah bukit. Pantai Cibangban adalah pantai dengan pasir hitam, ombak tidak terlalu besar, jadi dinyatakan sebagai kawasan pantai untuk berenang. Sebagian pantai ada di wilayah Kuda Laut Resort. Sebenarnya tertarik menginap di sini karena punya pantai yang bisa buat berenang dan membayangkan view dari atas bukit yang pasti luar biasa indah. Sayangnya karena bukan pas hari libur, kami bakalan cuma jadi tamu satu-satunya di kawasan resort yang luas itu.Hiy...
..takut ah. Memutuskan mencari penginapan di tempat yang jauh lebih ramai saja
. Ini nih, Pantai Cibangban di Pelabuhan Ratu.
Mumpung udah sampai pantai, sekalian aja lah mengekspor Pantai Cibangban. Ada jalan masuknya dengan penunjuk jalan yang sudah rusak
, kami menuju ke tepi pantai. Lucu lo jalan masuk pantainya, lewat samping SD, masuk ke halaman penduduk baru sampai warung-warung tepi pantai. Tapi bisa kok dilewati mobil. Karena perut udah laper, pesen makan di warung tersebut. Adanya ikan bakar, ikan kuwe. Pesan minimal 1 kg, sutralah... pesan 1 kg buat tiga orang plus nasi, lalapan dan sambal. Sambil nunggu pesanan, si kecil main air dan pasir di tepi pantai.
20 menit, pesanan datang, ternyata dua ekor ikan kuwe yang cukup besar. Niatnya siy, kalo ga habis bungkus dan dibawa ke kotel saja. Serbu.... ternyata habis juga lho
Maklum dari Jakarta belum sarapan
. O ya, sama 3 teh botol dan kerupuk habis 70 ribuan. Not bad at all, secara makannya lumayan kok. Puas makan dan main di pantai, kami putar arah ke arah semula untuk mencari hotel. Sudah mengantongi nama-nama seperti Bayu Amerta dan Desa Resort. Survey-survey, akhirnya memilih Desa Resort saja lah. Desa Resort ini ada di daerah Cimaja, sebelum pantai Ciangbana. Gambar Desa Resort.
Sampai di hotel langsung check in, memilih kamar yang pool view saja. Kebetulan si kecil suka berenang, atau tepatnya main air
. Desa Resort punya lanskap yang cukup bagus, di kamar ada AC dan TV (uh, thanks God
) serta hot spot di area restoran. Nyampe hotel, tidur siang dulu, terus berenang di hotel karena si kecil udah ga tahan liat kolam renang. Abis berenang, karena liat tamu-tamu hotel pada nenteng surf board, penasaran juga ngeliat pantai yang katanya termasuk kesukaan para surfer mancanegara. Tanya petugas hotel, kami menyusuri sungai, ladang jagung, lapangan bola dan udah keliatan tuh pantainya. Cuma sekitar 10 menit jalan kaki kok. Pantai Cimaja ga bisa buat berenang karena pantainya berbatu-batu dan ombaknya besar. Kalo ga bisa surfing (beneran surfing, bukan surfing internet
) juga bisa kok menikmati pemandangan lain yakni nonton para surfer lokal dan manca negara yang lagi maen ombak. Keren juga lo surfer-surfer itu..ehem..ehem...
. Gambar pantai Cimaja.
Sampai di hotel langsung check in, memilih kamar yang pool view saja. Kebetulan si kecil suka berenang, atau tepatnya main air
Malemnya kami makan di rumah makan sekitar Peltu, standar lah nasgor dan mie goreng seafood (sekitar 15.000/porsi) dan es jeruk yang yummy banget. 5000 tapi dapet jeruk yang banyak dan berasa. Langsung lah, my hubby memproklamasikan diri sebagai penggemar es jeruk Peltu
. Malemnya tidur lebih awal sambil nonton HBO (TV kabelnya cuma ada HBO), dah cape seharian. Bangun pagi, jalan-jalan ke pantai dulu ah... ketemu lagi para surfer. Wah, pagi amat ya mereka surfing-nya. Kayaknya ombak lagi bagus (sotoy
), soalnya rame banget itu bule-bule pada surfing. Balik ke resort, sarapan. Menunya standar : Indonesian breakfast (nasgor or buryam) ato American breakfast (roti and telur).
Ternyata di resort itu banyak banget turis manca-nya. Kayaknya terkenal di kalangan surfer gitu. Abis sarapan, kami berenang. Dan para surfer itu balik lagi ke pantai untuk surfing.. gile deh. Setelah berenang, cek out hotel saja dan mau muter-muter Peltu sebelum balik ke Jakarta.
Desa resort secara umum memuaskan kok, tapi ya jangan expect 3 atau 4 star service ya... Kebetulan kami dapat kamar yang AC nya ga terlalu dingin, padahal di Peltu panas banget kemarin
.
Ke Pelabuhan Ratu, jadi menyayangkan tempat yang indah gitu ga dikelola maksimal ya... Misalnya penunjuk Pantai Cimaja, yang udah terkenal di kalangan surfer dunia, ternyata rusak dan ga jelas (sama kayak yang di Pantai Cibangban). Terus juga kesadaran pariwisata warga perlu ditingkatkan. Contohnya gini, suamiku ga sengaja ngeliat penunjuk ke arah situs megalithikum di sana. Nanya ke petugas hotel, malah ga tau, cuma bilang "kalo yang batu-batu besar mah ke arah gunung, tapi jauh...". Duh !
Pulang dari Peltu, kami mengambil jalan lewat Cikidang. Naik turun bukit, tapi pemandangan spekatakuler karena lengkung teluk Pelabuhan Ratu bisa keliatan dari atas. Sori, ga ada fotonya, kamera kehabisan batere
. Lewat juga perkebunan teh, sawit, karet, dll. Pokoknya cantik deh. Next time ke Peltu, lewat Cikidang aja deh.
Indonesia sebenarnya indah dan banyak tempat-tempat cantik untuk dikunjungi ya. Aku baru dapet kesempatan di sekitar Jawa, Bali, Sumut dan Batam aja nih. Sekarang lagi pengen ke Ujung Genteng (katanya bagus banget ya), Kalimantan dan Sulawesi. Suami ngajak ke Bangka juga niy. Katanya pantai-pantainya sangat cantik. Oke lah, setuju tapi nabung-nabung dulu deh...
Ternyata di resort itu banyak banget turis manca-nya. Kayaknya terkenal di kalangan surfer gitu. Abis sarapan, kami berenang. Dan para surfer itu balik lagi ke pantai untuk surfing.. gile deh. Setelah berenang, cek out hotel saja dan mau muter-muter Peltu sebelum balik ke Jakarta.
Desa resort secara umum memuaskan kok, tapi ya jangan expect 3 atau 4 star service ya... Kebetulan kami dapat kamar yang AC nya ga terlalu dingin, padahal di Peltu panas banget kemarin
Ke Pelabuhan Ratu, jadi menyayangkan tempat yang indah gitu ga dikelola maksimal ya... Misalnya penunjuk Pantai Cimaja, yang udah terkenal di kalangan surfer dunia, ternyata rusak dan ga jelas (sama kayak yang di Pantai Cibangban). Terus juga kesadaran pariwisata warga perlu ditingkatkan. Contohnya gini, suamiku ga sengaja ngeliat penunjuk ke arah situs megalithikum di sana. Nanya ke petugas hotel, malah ga tau, cuma bilang "kalo yang batu-batu besar mah ke arah gunung, tapi jauh...". Duh !
Pulang dari Peltu, kami mengambil jalan lewat Cikidang. Naik turun bukit, tapi pemandangan spekatakuler karena lengkung teluk Pelabuhan Ratu bisa keliatan dari atas. Sori, ga ada fotonya, kamera kehabisan batere
Indonesia sebenarnya indah dan banyak tempat-tempat cantik untuk dikunjungi ya. Aku baru dapet kesempatan di sekitar Jawa, Bali, Sumut dan Batam aja nih. Sekarang lagi pengen ke Ujung Genteng (katanya bagus banget ya), Kalimantan dan Sulawesi. Suami ngajak ke Bangka juga niy. Katanya pantai-pantainya sangat cantik. Oke lah, setuju tapi nabung-nabung dulu deh...